Senin, 21 Juli 2014

5 Gunung Paling Angker Di Indonesia

1. Gunung Salak 
5 Gunung Paling Angker Di Indonesia
Nama Gunung Salak di Jawa Barat sudah cukup akrab di kalangan para pendaki. Meski menjual eksotisme alam yang luar biasa, ternyata banyak cerita di balik gunung yang memiliki tebing-tebing terjal ini.
Selain faktor geografis, sejumlah cerita mistis menyelimuti kegagahan gunung yang disebut-sebut menjadi salah satu tempat penyimpanan harta karun peninggalan Belanda ini. Bahkan cerita-cerita yang sulit dipercaya itu malah diyakini menjadi penyebab beberapa insiden kecelakaan pesawat hingga hilangnya para pendaki.
Pada Februari 2009, tujuh orang pendaki gunung yang juga mahasiswa Universitas Yarsi sempat dinyatakan hilang. Mereka tersesat saat mereka mendaki melalui jalur ilegal di Cimalati, Sukabumi. Di bulan Januari 2010, rombongan pendaki dari UIN Yogyakarta juga dinyatakan hilang kontak saat melakukan pendakian.
Tak hanya hilang, para pendaki juga banyak yang tewas ketika mendaki gunung itu. Di awal tahun 2012 tepatnya di bulan Februari, seorang pendaki dinyatakan tewas dalam pendakian ke Gunung Salak, Bogor.
2. Gunung Slamet 
 5 Gunung Paling Angker Di Indonesia
Gunung Slamet cukup populer sebagai sasaran pendakian meskipun medannya dikenal sulit. Di kaki gunung ini terletak kawasan wisata Baturraden yang menjadi andalan Kabupaten Banyumas karena hanya berjarak sekitar 15 km dari Purwokerto.
Pada pertengahan Maret lalu, enam pendaki dinyatakan hilang. Enam orang pendaki asal Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang dinyatakan hilang di Gunung Slamet karena diduga tersesat.
Sebelumnya pada Agustus 2011 lalu sembilan pendaki asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah, juga hilang di Gunung Slamet. Banyak juga pendaki yang dikabarkan tewas mendaki gunung tersebut.

 3. Gunung Lawu 
 5 Gunung Paling Angker Di Indonesia
Gunung Lawu memiliki ketinggian sekitar 3265 M di atas permukaan laut. Gunung ini terletak di perbatasan propinsi Jawa Tengah  dan Jawa Timur.
Gunung Lawu bersosok angker dan menyimpan misteri dengan tiga puncak utamanya :
Harga Dalem, Harga Dumilah dan Harga Dumiling yang dimitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa. Konon kabarnya gunung Lawu merupakan pusat kegiatan spiritual di Tanah Jawa dan ada hubungan dekat dengan tradisi dan budaya keraton, semisal upacara labuhan setiap bulan Sura (muharam) yang dilakukan oleh Keraton Yogyakarta.
Banyak pendaki yang hilang bahkan meninggal saat mendaki gunung ini. Pada Desember 2009 lalu, 70 pendaki tersesat di gunung ini dan tiga di antaranya tewas.
4. Gunung Sindoro
 
 5 Gunung Paling Angker Di Indonesia
Gunung Sindoro merupakan sebuah gunung volkano aktif yang terletak di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Gunung Sindoro terletak berdampingan dengan Gunung Sumbing.
Kawah yang disertai jurang dapat ditemukan di sisi barat laut ke selatan gunung, dan yang terbesar disebut Kembang. Sebuah kubah lava kecil menempati puncak gunung berapi. Sejarah letusan Gunung Sindoro yang telah terjadi sebagian besar berjenis ringan sampai sedang
Pada awal tahun 2013 lalu Tim SAR Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menemukan dua pendaki di kaki Gunung Sindoro dalam kondisi mengenaskan saat berlangsung perayaan pergantian tahun. Seorang pendaki ditemukan dalam keadaan lemas, dan seorang lagi bahkan sudah meninggal.

5. Gunung Kerinci

5 Gunung Paling Angker Di Indonesia
Adalah gunung tertinggi di Sumatra, gunung berapi tertinggi di Indonesia, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua. Gunung Kerinci terletak di provinsi Sumatera Barat dan Jambi, di Pegunungan Bukit Barisan.
Gunung ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau sumatra dan badak sumatra. Puncak Gunung Kerinci berada pada ketinggian 3.805 mdpl, di sini pengunjung dapat melihat di kejauhan membentang pemandangan indah kota Jambi, Padang, dan Bengkulu. Bahkan Samudera Hindia yang luas dapat terlihat dengan jelas. Gunung Kerinci memiliki kawah seluas 400 x 120 meter dan berisi air yang berwarna hijau.
Namun meski indah, gunung ini juga terkenal angker untuk pendaki. Pada awal Januari 2013, tiga pendaki ditemukan tewas di dasar jurang saat mendaki gunung ini. Para pendaki tersebut dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan tewas di hari kesepuluh.

Asal Mula Pesona Batu Cinta Kawah Putih Ciwidey

Situ Patengan atau Situ Patenggang terletak di daerah Ciwidey, Bandung Selatan, Indonesia. Situ patenggang dapat di capai dari Jakarta melalui Tol Cipularang dengan jarak tempuh sekitar 185 km (keluar melalui pintu tol kopo) atau berjarak 5 km dari lokasi objek wisata Kawah Putih.

Jika ingin menggunakan kendaraan umum, anda harus menuju terminal Ciwidey dengan menggunakan Bus atau Elf dari terminal Leuwi Panjang dengan tarif sekitar Rp. 6.000, kemudian dilanjutkan menggunakan angkot langsung ke pintu masuk Situ Patengan (banyak terdapat di terminal Ciwidey) dengan tarif sekitar Rp.10.000.

asal mula pesona batu cinta kawah putih ciwidey
Danau ini memiliki luas sekitar 48 ha dan terdapat pulau kecil yang dinamakan pulau Asmara karena memiliki bentuk seperti hati. Situ Patengan terletak pada ketinggian 1600m diatas permukaan laut dan dikelilingi kebun teh Rancabali.

Nama Situ Patengan berasal dari bahasa Sunda, “Pateangan-teangan” yang artinya saling mencari.


Dikisahkan dahulu kala ada sepasang sejoli yaitu Ki Santang dan Dewi Rengganis yang saling mencintai. Mereka berpisah sekian lamanya, dan saling mencari. Akhirnya mereka bertemu di tempat yang dinamakan Batu Cinta. Dewi Rengganis pun minta dibuatkan danau dan sebuah perahu untuk berlayar bersama. Perahu inilah yang sampai sekarang menjadi sebuah pulau yang berbentuk hati (pulau Asmara/pulau Sasaka).
Jika ingin mengunjungi Batu Cinta, Anda dan rombongan bisa menggunakan perahu dayung dengan ongkos Rp 130 ribu pp — yang bisa ditawar hingga setengah harga.

Perjalanan ke lokasi Batu Cinta membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Di lokasi ini, Anda dapat mendaki bukit di belakangnya, memasuki kebun teh dan mengambil gambar di situ. Ada pula sebuah tempat yang lebih tinggi dari sekelilingnya, sehingga Anda bisa leluasa mengambil gambar sekeliling danau.

asal mula pesona batu cinta kawah putih ciwidey
Waktu terbaik untuk datang ke Situ Patengan adalah pagi hari, saat langit masih berwarna biru bersih. Perpaduan biru langit dan hijau kebun teh menghasilkan pemandangan yang tak terlupakan
asal mula pesona batu cinta kawah putih ciwidey
Gunung Patuha konon berasal dari nama Pak Tua atau ”Patua”. Masyarakat setempat sering menyebutnya dengan Gunung Sepuh. Dahulu masyarakat setempat menganggap kawasan Gunung Patuha dan Kawah Putih ini sebagai daerah yang angker, tidak seorang pun yang berani menjamah atau menuju ke sana. Konon karena angkernya, burung pun yang terbang melintas di atas kawah akan mati.

Misteri keindahan danau Kawah Putih baru terungkap pada tahun 1837 oleh seorang peneliti botanis Belanda kelahiran Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghuhn (1809-1864) yang melakukan penelitian di kawasan ini. Sebagai seorang ilmuwan, Junghuhn tidak mempercayai begitu saja cerita masyarakat setempat. Saat ia melakukan perjalanan penelitiannya menembus hutan belantara Gunung Patuha, akhirnya ia menemukan sebuah danau kawah yang indah.
Sebagaimana halnya sebuah kawah gunung, dari dalam danau keluar semburan aliran lava belerang beserta gas dan baunya yang menusuk hidung. Dari hal tersebut terungkap bahwa kandungan belerang yang sangat tinggi itulah yang menyebabkan burung enggan untuk terbang melintas di atas permukaan danau Kawah Putih.



asal mula pesona batu cinta kawah putih ciwidey

Karena kandungan belerang di danau kawah tersebut sangat tinggi, pada zaman pemerintahan Belanda sempat dibangun pabrik belerang dengan nama Zwavel OntginingKawah Putih Kenzanka Gokoya Ciwideyyang langsung berada di bawah penguasaan militer Jepang. ‘Kawah Putih’. 


Di sekitar kawasan Kawah Putih terdapat beberapa makam leluhur, antara lain makam Eyang Jaga Satru, Eyang Rongga Sadena, Eyang Camat, Eyang Ngabai, Eyang Barabak, Eyang Baskom, dan Eyang Jambrong.

Salah satu puncak Gunung Patuha yakni Puncak Kapuk, konon merupakan tempat pertemuan para leluhur yang dipimpin oleh Eyang Jaga Satru. Konon, di tempat ini terkadang secara gaib terlihat sekumpulan domba berbulu putih yang oleh masyarakat disebut domba lukutan.
Untuk menuju ke sana, pengunjung dari Jakarta dapat melewati tol Cipularang terus menuju pintu keluar tol Kopo menuju Soreang ke arah selatan ke kota Ciwidey. Sekitar 20 – 30 menit dari kota Ciwidey terlihat tanda masuk menuju gerbang masuk objek wisata Kawah Putih yang ada di sebelah kiri jalan. Untuk menuju Kawah Putih dari gerbang masuk kawasan objek wisata Kawah Putih disarankan menggunakan kendaraan, jangan berjalan kaki karena jalan yang agak menanjak dan cukup jauh, yaitu sekitar 5,6 km atau sekitar 10 – 15 menit dengan kendaraan.


Kendaraan pribadi dapat langung menuju tempat parkir luas yang tersedia tidak jauh dari kawah. Sementara pengunjung dengan rombongan besar yang menggunakan bis, atau transportasi umum dapat menggunakan kendaraan khusus yang ada di areal parkir dekat gerbang masuk untuk mencapai kawah dari pintu masuk. Kondisi jalan yang kecil dan menanjak tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan jenis bis besar maupun sedang.

Surat Herman Lantang Untuk Soe Hok Gie

Surat Herman Lantang Untuk Soe Hok Gie
Herman Lantang

Pada peringatan 44 tahun kematian Soe Hok Gie dan Idhan Lubis, Herman Onesimus Lantang, sahabat karib Soe Hok Gie yang menjadi pemimpin pada pendakian tersebut, mengunjungi prasasti Soe Hok Gie di Museum Taman Prasasti, Jalan Tanah Abang I, Jakarta Pusat. Senin, (16/12). 

Hanya Herman yang sempat datang. Tiga anggota survival tim pendakian Semeru 1969 lainnya yang masih hidup, yaitu Aristides Katoppo, Abdurachman, dan Rudy Badil tidak dapat hadir karena kondisi yang tidak memungkinkan.

Setahun belakangan ini, berembus rumor miring terkait peristiwa kematian Soe Hok Gie dan Idhan Lubis, yang dinilai konspirasi, membuat Herman Lantang melayangkan surat untuk sahabat seperjuangannya, Soe Hok Gie. Di dekat prasasti Soe Hok Gie, Herman membacakan secara spontan. Berikut isinya:

Soe yang baik,

Gak terasa ya udah 44 tahun lu berangkat tinggalin kita, ternyata gue sekarang udah menjelang umur 74, Soe. Jadi udah tua, tapi gue yakin Tuhan masih makai gue, Tuhan punya maksud memberi gue umur panjang, gak kayak lu dipanggil cepat. Dan, lu juga memberi dampak yang hebat buat orang-orang. 

Gak terasa Soe, sorry gue sih niatnya masih pingin napak tilas ke Semeru, pasti masih bisa, walaupun gue sekarang udah patah kaki, pakai dua tongkat, udah stroke. Tapi gue yakin gue bisa, cuma satu, kondisi gak memungkinkan, gue harus terbang ke Malang dan pakai mobil ke arah Ranu Pane, baru gue jalan, bisa. 

Berapa lama pun gue bisa naik turun Semeru, gue yakin bisa. Tapi kondisi gak memungkinkan, jadi terpaksa untuk tahun ini kita gak tapak tilas tapi datang ke tempat nisan lu, di Taman Prasasti, untuk ngumpul dan ngenang akan kebesaran Tuhan.


Gua prihatin Soe, Mapala UI sekarang gak memperingati ultah Mapala tanggal 12 yang lalu. Dan juga Mapala tidak buat acara untuk peringatan kepergian kalian 16 Desember. Tapi, that’s life ! Itu lah hidup, yang penting kita teman-teman lu masih tetap mengenang lu dan menjadi kenang-kenangan indah. Dan, menjadi satu pelajaran buat kita semua akan kebesaran Tuhan.

Di Taman Prasasti udah keren banget Soe, yang aslinya lu cuma punya nisan, "Nobody Knows The Trouble I've Seen" (Negro Spiritual Song). Yang lainnya udah dipugar secara keren untuk umum, tamannya bagus, tempatnya bagus, tenang. 

Gue kemari tadi pagi, Joyce berangkat ke Cikini. Joyce bini gua, lu gak tahu kan gua akhirnya kawin juga?, dia jaga kemenakannya Retno Momoto, bininya Benny Mamoto yang tahun 1970 pernah ikut tapak tilas ke Semeru.

Gue sendirian di sini, tapi gua senang ditemanin teman-teman pecinta alam yang mengagumi lu, sialan! Emosi lagi kumat!, terima kasih Soe, (menangis, suara tertahan beberapa detik), lu menjadi teladan (nangis lagi) buat generasi penerus (nangis) walau lu udah gak ada, tapi pemikiran lu menjadi panutan orang-orang (suara terbata-bata).

Gua sedih, soal peristiwa Semeru, ada orang yang masukin ke Facebook dan orang-orang yang gak ngerti kita, gak ngerti persahabatan kita, mancing-mancing supaya gua panas, sebab kelemahan gue dari dulu kan gitu, cepet marah dan panas. Tapi puji Tuhan, gue dikaruniakan kebijaksanaan makin tua dan kesabaran dan gue belajar untuk jadi humble.

Gue sampai sekarang masih punya niat untuk datang ke Semeru, malah dengan Joyce punya niat untuk ke puncak cartenz, itu bisa. Eh by the way, itu rumah kita mau dijual, dan kalau sudah laku bakal pindah ke Curug Nangka di Bogor. 

Di situ gua akan dirikan perpustakaan, Benny Mamoto almarhum punya buku banyak kayak lu kan, buku- buku terlarang, Lenin, Mau Tse Tung, Bung Karno, Tan Malaka, kayak buku lu, untuk perpustakaan umum. Sayang, buku lu yang di Yayasan Mandalawangi gak jelas entah kemana.

Oke, itu aja, ya semacam berkeluh kesah. Kayak lu kan biasa begitu sama gue. Ok Gie, sampai ketemu di sana. Tungguin gue ya, bye.

Kamis, 17 Juli 2014

TIPS MENDAKI GUNUNG AGAR TETAP CANTIK UNTUK PEREMPUAN

TIPS MENDAKI GUNUNG AGAR TETAP CANTIK UNTUK PEREMPUAN

Halo para cewek yang ingin mendaki gunung. Kali ini saya ingin membagi tips mendaki gunung untuk kaum wanita, seiring meningkatnya minat perempuan untuk mendaki gunung.

Kita mulai dari tips persiapan fisik ya :

1. Sebulan sebelum melakukan pendakian gunung, hal yang terpenting dilakukan adalah OLAHRAGA!! Ingat, mendaki gunung bukan cuma jalan kaki, tapi mendaki dengan barang bawaan carrier yang cukup berat. Olahraga yang cocok adalah jogging, push-up, sit-up, back-up, pull-up dan renang untuk latihan pernapasan.

2. Coba lihat tanggal pendakian kamu, apakah bertepatan ketika kamu sedang kedatangan "tamu". Kalau bertepatan, saya anjurkan tidak usah mendaki dulu. Tapi kalau merasa kuat, ya silahkan. Asal tahu cara membersihkannya dan menyimpan dengan baik di dalam carrier. Akan saya ceritakan di bawah nanti ya.

Tips berikutnya adalah Barang Bawaan WAJIB :

1. Carrier
Carrier adalah tas punggung besar yang memiliki kapasitas yang berbeda-beda mulai dari 30 - 90 liter.Carrier ini berbeda dengan tas punggung / ransel karena dibuat dengan sistem khusus. Sistem khusus yang dimaksud adalah, tas ini sudah disesuaikan ukuran punggungnya, memiliki straps / tali dan buckledi pinggang dan dada. Tujuannya agar beban tidak 100% ditanggung oleh bahu, tetapi dibagi di perut. Kalau mau beli carrier jangan tergoda oleh warna atau designnya, tapi dilihat dulu apakah itu woman series (khusus untuk perempuan) atau bukan. Untuk perjalanan 2 hari 1 malam, sebaiknya bawacarrier 40-55 liter.

2. Pakaian Atas / Baju Jalan
Pengen modis pas mendaki gunung? Bisa banget kok. Sekarang sudah banyak baju quick dry yang memiliki banyak pilihan warna. Warna kesukaan saya untuk naik gunung itu hitam, biru, pink. Kaosquick dry ini tipis, ringan dan sesuai namanya, cepat kering. Bayangin aja kalau kita bawa baju katun terus basah karena keringat dan ketika mau dijemur, tidak ada matahari. Pusing kan? Kalau kaos quick dry, cukup kita angin-anginkan sebentar sudah kering dan siap dipakai jalan lagi keesokan hari. Oh iya, kalau tidak punya baju quick dry lengan panjang, boleh pakai manset untuk menutupi tangan. Selain melindungi dari sinar matahari, manset juga melindungi kita dari alergi gatal beberapa tanaman di hutan.

3. Celana Jalan
Saya ini terbiasa jalan kemana-mana pakai celana pendek dan risih kalau pakai celana panjang. Namun, celana yang baik dipakai ketika naik gunung sebenarnya celana panjang atau celana cargo. Saya dan teman-teman saya di organisasi pecinta alam memilih tetap memakai celana pendek karena bisa bergerak lebih leluasa. Eits, tapi kita pakai celana legging lagi kok sebagai tambahan. Legging yang dipakai bukan legging untuk jalan-jalan ke mall yang berbahan katun dan rame motifnya melainkan legging yang berbahan latex yang warnanya hitam. Enaknya legging latex ini adalah tidak mudah robek, cepat kering dan tidak bisa disusupi lintah. (Yap, salah satu resiko naik gunung adalah dihinggapi lintah. Ketika kita terkena, cukup teteskan cairan gel pencuci tangan seperti Dettol / Antis. Lintah akan copot dengan sendirinya. Jangan coba-coba cabut lintah yang masih lengket di kulit kita, nanti jadi koreng loh)

4. Sleeping Bag
Kantung tidur / sleeping bag adalah bawaan wajib ketika naik gunung. Namun ada beberapa pendaki yang cukup membawa sarung. Buset. Di gunung itu dinginnya bisa ekstrim banget dan sarung doang tidak bisa menghangatkan tubuh kita. Sleeping bag juga membantu kita untuk tidur lebih nyaman, apalagi yang bagian dalamnya ada lapisan polar. Tidur jadi enak banget, hangat dan nyaman. Keesokan hari, badan kita sudah segar dan siap lagi untuk mendaki kalau malamnya cukup tidur dan nyaman.

5. Pakaian Tidur
Jangan pernah tidur dengan pakaian yang dikenakan saat jalan. It's a big no no. Kebayang gak baju itu sudah dipakai keringatan satu hari dan dipakai lagi untuk tidur. Uuhhhhh. Joroknya. Kalau mendaki gunung, saya selalu membawa celana panjang / long john, baju katun lengan pendek / lengan panjang, kaos kaki tidur, sarung tangan tidur, topi dari wol untuk menghangatkan kepala dan telinga. Semua sudah dipakai, tinggal masuk ke dalam sleeping bag deh. 

6. Sepatu Trekking
Sewaktu masih menjadi calon anggota organisasi pecinta alam, senior saya berkata kalau yang paling penting dilindungi ketika mendaki adalah kaki. Kenapa kaki? Karena kaki adalah bagian tubuh yang berusaha paling keras menahan beban selama pendakian atau ketika turun gunung. Oleh karena itu, lindungilah kakimu dengan sepatu yang baik yaitu sepatu trekking. Sepatu trekking bisa dibeli di toko-toko outdoor gear. Kekhasan dari sepatu ini adalah sepatunya tinggi menutupi (melindungi) mata kaki, lebih tahan air dan sol nya bergerigi / anti slip. 

7. Gaiter
Gaiter adalah pelindung kaki dari lintah dan ular. Gaiter ini memiliki pengait untuk sepatu sehingga tidak mudah terlepas. Walaupun saya tadi bilang memakai legging latex untuk melindungi kaki dari lintah, saya juga masih memakai gaiter. Supaya lebih aman :)

8. Tenda / Flysheet
Kalau yang ini kayaknya enggak perlu dibilangin lagi ya. Soalnya kalau enggak ada tenda / flysheet, mau tidur dimana? Di bawah pohon? Hehehe. Bisa sih bikin bivak dari ranting pohon dan dedaunan, tapi tidak senyaman tenda. Pilih mana?

9. Kompor & Trangia
Kita biasa membawa kompor gas kecil ketika mendaki gunung dan tidak mengandalkan api unggun.Trangia adalah kompor berbahan bakar spiritus lengkap dengan tempat memasak nasi dan lauk-pauk plus teko kecil untuk memasak air hangat. Biasanya kita membawa dua kompor dan satu trangia. Jadi memasak bisa lebih cepat.

10. Sandal Gunung
Siapa bilang ke gunung enggak boleh pakai sandal? Boleh kok, asalkan dipakainya bukan pas mendaki, tetapi saat sedang isthirahat di camp. Kan enggak asik mau keluar masuk tenda untuk ambil barang dan masak tapi pakai sepatu. Bukannya apa-apa. Sandal gunung memang kurang aman dipakai untuk mendaki dan resiko cedera nya lebih besar. Kalau tidak punya sandal gunung, di camp bisa pakai sandal jepit kok.

11. Jaket Windbreaker 
Kalau ke gunung jangan pakai sweater yang terbuat dari wol. Iya sih hangat, tapi ketika hujan dan terkena air, jaketnya jadi berat dan susah kering. Pilihlah jaket windbreaker yang juga dijual di toko-toko outdoor gear. Jaket windbreaker ini memang didesign tahan air / waterproof tetapi tetap hangat di dalamnya. Saya senang mengoleksi jaket windbreaker warna-warni. Ada ungu, biru, pink dll ;)

12. Sarung Tangan 
Beli aja sarung tangan murah di tepi-tepi jalan. Soalnya sarung tangan yang ini untuk dipakai jalan mendaki. Ketika mendaki banyak gerakan memanjat dan kita harus memegang kayu atau tumbuhan yang ada di dekat kita sebagai pegangan. Kalau tidak jeli, kita bisa terkenal tumbuhan yang membuat tangan kita jadi gatal dan panas. Amannya ya pakai sarung tangan kan?

13. Headlamp
Ketika melakukan pendakian di malam hari atau summit attack dari subuh, pastinya butuh lampu untuk menerangi jalan. Headlamp juga memudahkan pergerakan kita karena dilingkarkan ke kepala. Jadi yang dibawa naik gunung adalah headlamp bukan senter ya. 

14. Peta, Kompas & Peluit
Tiga barang di atas wajib dibawa untuk navigasi dan alat komunikasi selama kita melakukan pendakian. Dibawa saja untuk jaga-jaga ya.

15. Kantong Sampah / Trash Bag
Jangan lupa apa yang  dibawa naik, harus dibawa turun lagi. Siapkan trash bag untuk menyimpan sampah-sampah selama pendakian, dibawa turun dan nanti dibuang setelah tiba di desa lagi.

16. Matras
Matras itu berguna untuk alas kita duduk/masak di camp dan sebagai alas tidur di dalam tenda. Pastikan matras tidak ketinggalan ya. :)

17. Obat-obatan Pribadi
Walaupun kita sehat bugar ketika berangkat mendaki, bisa saja di tengah pendakian kita jatuh sakit. Oleh karena itu jangan sampai lupa membawa obat-obatan pribadi. Obat-obat yang saya sarankan adalah :

  • Obat sakit kepala & pilek
  • Neurobion Tablet Putih
  • Vitamin C dan B12
  • Betadine, Kapas, Kain Kasa
  • Koyo
  • Geliga / Counterpain
  • Minyak Kayu Putih
  • Perban
  • Feminax (untuk perempuan yg lagi "dapet")
18. Jas Hujan
Ketika hujan melanda, kita tidak bisa terus-terusan berdiam diri. Kalau hujannya seharian gimana? Mau mati kedinginan? Pendakian harus tetap dilanjutkan dengan memakai jas hujan. Jas hujan yang baik adalah yang two pieces, ada baju dan celananya.Bisa dibeli di outdoor gear ya.


Tips Bawaan Khusus Perempuan :

Nah, untuk barang-barang di bawah ini, khusus untuk perempuan saja karena dijamin para lelaki tidak mau membawa ini. Barang apa saja ya?

1. Tissue Basah
Di gunung, kita tidak bisa mandi tetapi wajib bebersih diri, khususnya ketika mau tidur. Saya pribadi sudah terbiasa untuk mandi sebelum tidur. Kalau mendaki gunung, saya cukup membawa tissue basah yang isi 50 sheets untuk perjalanan 2-3 hari. Waktu perjalanan ke Gunung Masurai, Jambi tahun lalu, saya bawa 10 pack tissue basah karena enggak mandi sampai 12 hari. Hahaha. Jadi, sebelum tidur, saya melap seluruh badan dengan tissue basah baru berganti pakaian tidur. Kalau badan wangi dan bersih jadi lebih enak deh tidurnya.

2. Deodorant
Saya paling engak tahan sama bau badan. Padahal ketika mendaki gunung, badan kita penuh keringat dan bisa menimbulkan bau yang tidak sedap. Jadi, solusinya adalah deodorant! Bawa deodoran ukuran kecil saja dan dipakai di pagi hari sebelum memulai kegiatan. Jadi walau berkeringat, kita enggak ba. Oh ya, kalau tidak cocok dengan deodorant, boleh pakai Bedak MBK di ketiak. :) 

3. Pembalut
Nah, ini nih amunisi wajib perempuan ketika sedang kedatangan "tamu". Ketika kita harus mendaki tetapi lagi "dapet" jangan lupa untuk membawa banyak kantong plastik kecil dan pembalut. Saya biasanya mengganti pembalut 4 jam sekali. Pembalut bekasnya saya masukkan ke kantong plastik kecil, lalu saya masukkan ke kantong plastik besar. Kantong itu juga tidak saya campur dengan barang bawaan di dalam carrier tetapi saya masukkan ke kantong kiri dan kanan carrier. Jadi, jangan coba-coba meninggalkan pembalut bekas di hutan ya. Nanti.......... (bergidik sendiri)

4. Sunblock
Walaupun gunung itu suhunya rendah, tapi sinar UV nya lebih kuat dibandingkan di kota. Jadi, semakin tinggi suatu tempat, resiko kulit terbakar juga semakin besar.  Saya sendiri memakai sunblock "Skin Aqua SPF 50". Kulit memang menghitam, tapi tidak perih terbakar. Itu yang penting. Skin Aqua ini juga aman dipakai di muka dan tidak lengket seperti sunblock merk lain. Jadi promosi ya. Hehehehe.

5. Buff / slayer
Buff atau slayer ini selain untuk menghangatkan leher, bisa jadi bandana gaya. Siapa bilang naik gunung gak boleh bergaya cantik? x)

6. Topi
 Kalau mukanya mau lebih terlindungi lagi ya pakai topi biar enak.

7. Baju Gaya 
Hahaha, apaan nih baju gaya? Baju gaya adalah baju bersih yang memang kita siapkan untuk foto-foto di puncak. Kan gak asik kalau fotonya pakai baju kumal. Hehehehehe. Tapi bukan dress ya x)

8. Handuk Kecil, Shampoo, Sabun, Pencuci Muka, Sikat dan Pasta Gigi
Bawalah tas kecil yang berisi barang-barang toilettries diatas. Tapi bukan untuk dipakai ketika bertemu sungai atau danau di gunung. Karena itu adalah bahan-bahan kimia. Bayangin kalau kita mandi di mata air dengan sabun dan shampoo dan airnya jadi terkontaminasi padahal di bawah ada masyarakat yang akan menggunakan air bersih itu. Jadi, lebih baik mandi ketika sudah tiba di desa setelah selsai pendakian. Sehabis mandi pakailah baju bersih yang sudah disiapkan dari rumah. Untuk tips yang ini sih kalau pendakian berhari-hari ya. Kalau cuma 1 atau 2 hari sih enggak usah dibawa ;)

Dari pengalaman pribadi saya, itu yang bisa saya share ke teman-teman cewek yang mau mendaki gunung. Kalau ada yang mau nambahin, silahkan. Selamat mendaki ya :)

Tips Mengatasi Suhu Dingin Saat Mendaki Gunung


Tips Mengatasi Suhu Dingin Saat Mendaki Gunung - Tips-tips ini saya dapatkan dari salah satu blog gx tau saya lupa namanya, ya pokoknya ada di google, terimakasih juga para blogger yang selalu berbagi informasi dalam dunia teknologi.
langsung saja Suhu ekstrem di gunung sangat berbahaya, jika kita tak pandai mengantisipasinya dengan baik. Biasanya jika kita dalam pendakian gunung, untuk sedikit meredakan rasa dingin, digunakan jaket yang tebal dan membuat api unggun.dan jangan mendaki gunung di malam hari. karena dapat membahayakan diri anda dan kemungkinan besar anda akan tersesat. karena banyaknya khasus para pendaki yang hilang karena tersesat dan tidak sedikit pula yang meninggal karena suhu yang extrem dan kekurangan makanan.....

Banyak para pendaki yang mempunyai penyakit alergi terhadap dingin, bila terkena hawa atau suhu yang dingin tubuh mereka langsung timbul bintik-bintik merah di sekujur tubuhnya. Penyakit ini sering sekali terjadi bila berada di tempat yang dingin, untuk menghilangkannya cukup oleskan minyak kayu putih atau sejenisnya yang bisa membuat hangat, dan sebaiknya tidak di oleskan balsam karena justru akan menambah rasa dingin tersebut, kebanyakan balsam mengandung zat menthol yang mempunyai efek dingin.

Berikut tips-tips untuk menghadapi dan menghilangkan rasa dingin di gunung dan rimba dirangkum dari berbagai sumber:

Lakukan Aklimatisasi
Beradaptasilah dengan lingkungan di pegunungan. Proses yang disebut Aklimatisasi ini perlu dilakukan setelah tubuh merasa cocok barulah mulai mendaki.

Jaket anti air
Pakailah baju yang dapat menahan panas tubuh, Memakai jaket tebal sangat diperlukan. Sangat disarankan untuk membawa jaket yang berjenis anti air karena biasanya lapisan luarnyaterbuat dari bahan polar.

Slepping bag
Untuk mendapatkan kehangatan saat tidur, gunakanlah slepping bag. Barang ini merupakan yang paling penting untuk dibawa, karena dapat menambah kehangatan saat tidur selain dari jaket.

Jangan bawa baju bahan jeans
Bahan jeans sangat berat utnuk dibawa mendaki, jeans akan membuat Anda tambah kedinginan karena sifatnya yang bisa menyerap dingin.

Buat api unggun
sambil mendaki kumpulkan ranting pohon untuk membuat api unggun saat malam hari. Ini akan membantu menghangatkan tubuh anda

Istirahat yang Cukup
Istirahat yang cukup dan tidak memforsir diri di luar jangkauan daya tahan tubuh, istirahat yang kurang dapat membuat kesadaran kita semakin berkurang, hal ini juga dapat berefek pada rasa dingin yang semakin menyerang.

Lakukan peregangan
Saat istirahat mendaki lakukan peregangan otot, peregangan juga membantu mengusir rasa dingin.